Niat

“Sesungguhnya segala amal perbuatan bergantung kepada niatnya dan tiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barang siapa yang (niat) hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan mendapatkan pahala hijrah karena Allah dan Rasulullah. Barang siapa yang (niat) hijrahnya karena faktor duniawi yang akan ia dapatkan atau karena wanita yang akan ia nikahi, maka ia dalam hijrahnya itu ia hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (H.R. Bukhari-Muslim)

Kiamat

Rasulullah SAW bersabda. “Sesungguhnya di
antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya kebodohan,
banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum
lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu
lelaki.” (HR Bukhari)

“Dan Dialah yang menerima
taubat dari hamba-hamba-Nya
dan memaafkan kesalahan-
kesalahan dan mengetahui
apa yang kamu kerjakan,” (QS. 42: 25)

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.” (QS. 24: 30)

saling menolong dalam kebaikan

وعن أبى هريرةرضى اللّه عنه : أنّ رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم قال : من دعاإلى هدى كان له من الأجرمثل أجورمن تبعه لاينقص ذلك من أجورهم شيءاومن دعاإلى ضلالةكان عليه من الإثم مثت اثام من تبعه لاينقص ذلك من اثامهم شيءا (رواه مسلم)٠

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda : “Siapa saja yang mengajak kepada kebenaran, maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya tanpa dikurangi sedikitpun. Dan siapa saja yang mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengerjakannya tanpa dikurangi sedikitpun.”

(HR. Muslim)

menjaga diri

عن أبى محمّدالحسن بن علىّ بن أبى طالب رضى اللّه عنهماقال : حفظت من رسول اللّه : دع مايريبك إلى مالايريبك، فإنّ الصّدق طمأنينة (رواه الترمذى)٠

Dari Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra., ia berkata : “Saya menghafal beberapa kalimat dari Rasulullah saw., yaitu : “Tinggalkanlah apa yang kamu ragukan dan kerjakanlah apa yang tidak kamu ragukan. Sesungguhnya jujur itu menimbulkan ketenangan dan dusta itu menimbulkan kebimbangan.”

(HR. Turmudzi)

taqwa

وعن أبى العبّاس سهل بن سعدالسّاعدىّ رضى اللّه عنه : أنّ رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم قال يوم خيبر : لأعطينّ الرّايةغدارجلايفتح اللّه على يديه يحبّ اللّه ورسوله، ويحبّه اللّه ورسو له، فبات النّاس يدوكون ليلتهم أيّهم يعطاها، فلمّاأصبح النّاس غدواعلى رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم كلّهم يرجوأن يعطاها، فقال : أين علىّ بن أبى طالب، فقيل: يارسول اللّه هويشتكى عينيه ، قال : فأرسلواإليه فأتى به فبصق رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم فى عينيه ودعاله فبرءحتّى كأن لم يكن به وجع فأعطاه الرّاية ، فقال علىّ رضى اللّه عنه: يارسول اللّه أقاتلهم حتّى يكونوامثلنا ؟ قال: انفذعلى رسلك حتّى تنزل بساحتهم ثمّ ادعهم إلى الإسلام وأخبرهم بمايجب عليهم من حقّ اللّه تعاى فيه، فواللّه لأن يهدى اللّه بك رجلاواحداخيرلك من حمرالنّعم (متفق عليه)٠

Dari Abul ‘Abbas Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy ra., ia berkata : Ketika perang Khaibar Rasulullah saw. bersabda : “esok akan kuserahkan panji ini kepada seseorang. Allah akan memberikan kemenangan melalui tangannya. Ia mencintai Allah dan Rasul-Nya, Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya.” Semalaman orang-orang ramai membicarakan, siapakah gerangan di antara mereka yang akan diserahi panji itu. Keesokan harinya Rasulullah saw. bersabda : “Di manakahAli bin Abi Thalib ?” Seseorang menjawab : “Wahai Rasulullah saw. ia sedang sakit mata.” Beliau bersabda : “Panggilah ia kemari.” Setelah dihadapannya, Rasulullah saw. meludahi kedua matanya dan mendoakannya. Lalu sembuhlah penyakit itu seakan-akan ia tidak pernah sakit mata, kemudian ia di beri panji. Ali ra., bertanya : “Wahai Rasulullah saw. , apakah saya harus memerangi mereka sampai bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah ?” Beliau menjawab : “Laksanakanlah dengan tenang, sehingga kamu sampai di daerah mereka, lalu ajaklah masuk agama Islam dan beritahukanlah kepada mereka tentang hak Allah Ta’ala yang harus mereka laksanakan. Demi Allah, seandainya Allah memberi petunjuk disebabkan ajakanmu, itu lebih baik bagimu daripada memperoleh rampasan perang berupa ternak-ternak yang paling bagus.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

عن ابن عبّاس رضى اللّه عنه قال : كنت خلف النّبىّ صلّى اللّه عليه وسلّم يومافقال : ياغلام، إنّى أعلّمك كلمات : اخفظ اللّه يحفظك، احفظ اللّه تجده تجاهك، إذاسألت فاسأل اللّه، واذاستعنت فاستعن باللّه، واعلم انّ الأمّةلواجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلاّبشيءقدكتبه اللّه لك، وإن اجتمعواعلى أن يضرّواك بشيءلم يضرّوك إلاّبشيءقدكتبه اللّه عليك، رفعت الأقلام وجفّت الصّحف٠رواه الترمذى٠وقال : حديثحسن صحيح٠وفى روايةغيرالتّرمذىّ : احفظ اللّه تجده امامك، تعرّف إلى اللّه فى الرّخاءيعرفك فى الشّدّة، واعلم أنّ مااخطأك لم يكن ليصيبك، وماأصابك لم يكن ليخطءك، واعلم انّ النّصرمع الصّبر، وأنّ الفرج مع الكرب ، وأنّ مع العسريسرا٠

Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : “Kali tertentu saya berada di belakang Nabi saw., kemudian beliau bersabda : “Hai anak kecil, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat, yaitu : “Jagalah (perintah) Allah, niscaya Ia akan menjaga dirimu, jagalah (larangan) Allah niscaya kamu dapati Allah selalu di hadapanmu. Jika engkau minta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah. Dan ketahuilah, jika umat bersatu untuk memberikan manfaat (kebaikan) kepadamu niscaya mereka tidak akan dapat melakukan hal itu kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah ditentukan Allah padamu. Dan jika mereka bersatu hendak mencelakakan dirimu niscaya mereka tidak akan dapat mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditentukan Allah padamu. Telah diangkat pena dan telah keringlah (tinta) lembaran-lembaran itu.”

Dalam riwayat selain Turmudzi dikatakan, Rasulullah saw. bersabda : “Peliharalah (perintah) Allah niscaya engkau akan menemui-Nya di hadapanmu. Hendaklah engkau mengingat Allah diwaktu lapang (senang), niscaya Allah akan mengingatmu diwaktu susahmu. Ketahuilah, sesungguhnya sesuatu yang seharusnya luput mengenaimu, tentulah sesuatu itu tidak akan mengenaimu. Ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu disertai kesabaran, kesenangan itu ada kesudahan, dan sesudah kesulitan pasti ada kemudahan.”

(HR. Imam Turmudzi)

amal saleh

وعن أبى عمروجريربن عبداللّه رضى اللّه عنه قال : كنّافى صدرالنّهارعندرسول اللّه صلّى اللّه عليه وّسلّم فجاءه قوم عراةمجتابى النّمارأوالعباءمتقلّدى السّيوف عامّتهم من مضربل كلّهم من مضر فتمعّروجه رسول اللّه صلّى اللّه عليه وّسلّم لمارأى بهم من الفاقةفدخل ثمّ خرج فأمربلالافأذّن وأقام فصلّى ثمّ خطب، فقال : ياأيّهاالنّاس اتّقواربّكم الّذى خلقكم من نفس واحدة، إلى اخرالاية : إنّ اللّه كان عليكم رقيبا. والايةالّتى فى سورةالحشر : ياايهاالّذين امنوااتّقوااللّه ولتنظرنفس ماقدّمت لغد، تصدّق رجل من ديناره من درهمه من ثوبه من صاع برّه من صاع تمره حتّى قال ولوبشقّ تمرة. فجاءرجل من الأنصاربصرّةكادت كفّه تعجزعنهابل قدعجزت ثمّ تتابع النّاس حتّى رأيت كومين من طعام وثياب حتّى رأيت وجه رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم يتهلّل كأنّه مذهبةفقال رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم : من سنّ فى الإسلام سنّةحسنةفله أجرهاوأجرمن عمل بهابعده من غيرأن ينقص من أجورهم شيء ، ومن سنّ فى الإسلام سنّةسيّءةكان عليه وزرهاووزرمن عمل بهامن بعده من غيرأن ينقص من أوزارهم شيء (رواه مسلم)٠

Dari Abu ‘Amr Jarir bin Abdullah ra., ia berkata : “Suatu siang kami bersama-sama Rasulullah saw. , tiba-tiba datanglah serombongan orang tak beralas kaki, berkemul kain wol yang dilubangi pada bagian kepala dan bersenjatakan pedang. mereka kebanyakan dari suku Mudhar, bahkan semuanya dari suku Mudhar. Melihat kemiskinan yang mereka derita, berubahlah wajah Rasulullah saw., beliau kemudian masuk rumah dan segera keluar lagi, kemudian menyuruh Bilal mengumandangkan azan dan ikamah, sesudah menyelesaikan salatnya beliau bersabda : “Wahai sekalian manusia, bertakwalah kalian kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, daripadanya Allah menciptakan istri, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kamu kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya, kalian saling meminta satu sama lain, serta peliharalah hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian.” Beliau juga menyampaikan firman Allah yang lain, yang artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu semua kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat).” Seusai berpidato, ada seseorang yang bersedekah dengan sebagian dinarnya, dirham, pakaian, satu gantang gandum dan dengan satu gantang kormanya sehingga Jarir mengatakan : “Bahkan tidak ada yang ingin ketinggalan, sekalipun hanya bersedekah dengan separuh biji kurma.” Kemudian datanglah seorang sahabat Anshar yang membawa pundi-pundi besar, hampir saja ia tidak kuat untuk mengangkatnya, yang diikuti oleh para sahabat yang lain. Akhirnya, saya melihat wajah Rasulullah saw. tampak sangat gembira sehingga berkilauan seperti emas, beliau kemudian bersabda : “Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikitpun. Dan siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikit-sedikitpun.”
(HR. Muslim)

ukuwah islamiyah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كاَنَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ. وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَأَ فِي عَمَلِهِ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

(رواه مسلم)
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Sebuah kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya.
(Riwayat Muslim)
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1. Siapa yang membantu seorang muslim dalam menyelesaikan kesulitannya, maka akan dia dapatkan pada hari kiamat sebagai tabungannya yang akan memudahkan kesulitannya di hari yang sangat sulit tersebut.
2. Sesungguhnya pembalasan disisi Allah ta’ala sesuai dengan jenis perbuatannya.
3. Berbuat baik kepada makhluk merupakan cara untuk mendapatkan kecintaan Allah Ta’ala.
4. Membenarkan niat dalam rangka mencari ilmu dan ikhlas di dalamnya agar tidak menggugurkan pahala sehingga amalnya dan kesungguhannya sia-sia.
5. Memohon pertolongan kepada Allah ta’ala dan kemudahan dari-Nya, karena ketaatan tidak akan terlaksana kecuali karena kemudahan dan kasih sayang-Nya.
6. Selalu membaca Al Quran, memahaminya dan mengamalkannya.
7. Keutamaan duduk di rumah Allah untuk mengkaji ilmu.

Istiqamah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra : Rasulullah Saw pernah bersabda, “perbuatan yang engkau lakukan tidak akan menyelamatkan engkau dari api neraka”, mereka berkata, “bahkan engkau sendiri ya Rasulullah?” Nabi Muhammad Saw bersabda, “bahkan aku sendiri, kecuali Allah melindungiku dengan kasih dan rahmatNya. Oleh karena itu lakukanlah perbuatan baik sepatut mungkin, setulus mungkin, sedapat mungkin dan beribadahlah kepada Allah pada pagi dan sore hari, pada sebagian dari malam hari dan bersikaplah al-qashd (mengambil pertengahan dan melaksanakannnya secara tetap) karena dengan cara itulah kamu akan mencapai (surga)”.
Diriwayatkan dari Aisyah ra : seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad Saw, “apakah amal (ibadah) yang paling dicintai Allah?” Nabi Muhammad Saw bersabda,” amal (ibadah) yang dilakukan secara tetap meskipun sedikit”

Bergegaslah ….

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Bersegeralah kamu mengerjakan amal-amal soleh kerana akan terjadi suatu bencana bagaikan malam yang gelap gulita. Ketika itu seseorang beriman di waktu pagi menjadi kafir di waktu petang; dan beriman di waktu petang menjadi kafir di waktu pagi. Ia menjual agamanya untuk keuntungan dunia.” (RS87; Muslim)
.Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Bersegeralah kamu beramal sebelum datang tujuh perkara. Apakah kamu nantikan kemiskinan yang melalaikan, atau kekayaan yang menyombongkan, atau kesakitan yang merosakkan, atau usia tua yang melemahkan, atau kematian yang melenyapkan segala-galanya, atau Dajjal, sejahat-jahat yang dinantikan, atau hari kiamat, maka hari kiamat itu lebih berat dan lebih sukar.” (RS93; Tarmizi)

Dunia

Demi Allah, bukanlah kemelaratan yang aku takuti bila menimpa kalian, tetapi yang kutakuti adalah bila dilapangkannya dunia bagimu sebagaimana pernah dilapangkan (dimudahkan) bagi orang-orang yang sebelum kalian, lalu kalian saling berlomba sebagaimana mereka berlomba, lalu kalian dibinasakan olehnya sebagaimana mereka dibinasakan. (HR. Ahmad)
Janganlah kalian mencaci-maki dunia. Dia adalah sebaik-baik kendaraan. Dengannya orang dapat meraih kebaikan dan dapat selamat dari kejahatan. (HR. Adailami)

Barangsiapa pada pagi hari aman dalam kelompoknya, sehat tubuhnya, memiliki pangan untuk seharinya, maka dia seolah-olah memperoleh dunia dengan segala isinya. (HR. Attirmidzi)

Perbandingan dunia dengan akhirat seperti seorang yang mencelupkan jari tangannya ke dalam laut lalu diangkatnya dan dilihatnya apa yang diperolehnya. (HR. Muslim dan Ibnu Majah)

Aku dan dunia ibarat orang dalam perjalanan menunggang kendaraan, lalu berteduh di bawah pohon untuk beristirahat dan setelah itu meninggalkannya. (HR. Ibnu Majah)

Dunia ini cantik dan hijau. Sesungguhnya Allah menjadikan kamu kholifah dan Allah mengamati apa yang kamu lakukan, karena itu jauhilah godaan wanita dan dunia. Sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa bani Israil adalah godaan kaum wanita. (HR. Ahmad)

Dapat diperkirakan bahwa kamu akan diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang yang berebu melahap isi mangkok. Para sahabat bertanya, “Apakah saat itu jumlah kamu sedikit, ya Rasulullah? “Beliau menjawab, “Tidak, bahkan saat itu jumlah kalian banyak sekali tetapi seperti buih air bah (tidak berguna) dan kalian ditimpa penyakit wahan.” Mereka bertanya lagi, “Apa itu penyakit wahan, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Kecintaan yang sangat kepada dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud)

bertetangga

Hak tetangga ialah bila dia sakit kamu kunjungi dan bila wafat kamu menghantar jenazahnya. Bila dia membutuhkan uang kamu pinjami dan bila dia mengalami kemiskinan (kesukaran) kamu tutup-tutupi (rahasiakan). Bila dia memperoleh kebaikan kamu mengucapkan selamat kepadanya dan bila dia mengalami musibah kamu datangi untuk menyampaikan rasa duka. Janganlah meninggikan bangunan rumahmu melebihi bangunan rumahnya yang dapat menutupi kelancaran angin baginya dan jangan kamu mengganggunya dengan bau periuk masakan kecuali kamu menciduk sebagian untuk diberikan kepadanya. (HR. Athabrani)
Di antara kebahagiaan seorang muslim ialah mempunyai tetangga yang shaleh, rumah yang luas dan kendaraan yang meriangkan. (HR. Ahmad dan Al Hakim)
Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. (HR. Al Bazaar)
Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya. (HR. Al Baihaqi)

sabar dalam mencari Rizky

Sesungguhnya di antara dosa-dosa yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, sedekah atau haji namun hanya dapat ditebus dengan kesusah payahan dalam mencari nafkah. (HR. Athabrani)

Sesungguhnya Ruhul Qudus (malaikat Jibril) membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat, janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya. (HR. Abudzar dan Al Hakim)