بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sabda Rasulullah s.a.w :
“(Allah s.w.t berfirman) : Sesungguhnya dia (hamba) meninggalkan makan dan minum serta syahwatnya kerana-KU. Puasa (yang dia kerjakan adalah) kerana-KU. Puasa adalah untuk-KU. Sedangkan, AKU memberi balasan setiap kebaikan itu dengan sepuluh kali ganda sehingga 700 kali ganda kecuali ibadah puasa. Ini kerana, ia (puasa) adalah untuk-KU dan (sudah tentu) AKU sendiri yang akan memberi balasannya”
(Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa’, Kitab al-Shiyam – no: 603)

# Sabda Rasulullah s.a.w :
“ Setiap amal kebaikan anak Bani Adam pahalanya (dicatat oleh malaikat) kecuali puasa. Sesungguhnya ia adalah untuk-KU dan AKUlah yang memberi pahala puasanya”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab al-Libas – no: 5927)

# Dari Abu Hurairah radhiallahu `anhu, dia bercerita, Rasulullah
shallallhu `alayhi wasallam bersabda, “Setiap amal anak Adam akan
dibalas berlipat ganda. Kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya sampai
700 kali lipat. Allah Ta`ala berfirman, `Kecuali puasa, di mana puasa
itu adalah untuk diri-Ku dan Aku akan membalasnya. Dia meninggalkan
nafsu syahwat dan makanan demi diri-Ku. Dan orang yang berpuasa itu
memiliki 2 kegembiraan; kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat
berjumpa dengan Rabbnya. Dan sesungguhnya bau mulut orang yang
berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi”
(HR. al-Bukhari dan Muslim, lafazh di atas bagi Muslim)

# Rasulullah s.a.w bersabda :

“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan

dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala daripada Allah, dosanya yang telah lalu telah diampuni (oleh Allah)”

(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab al-Iman – no: 38)

# Rasulullah s.a.w bersabda :
“Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya,
bau mulut orang yang berpuasa lebih baik di sisi
Allah daripada aroma (haruman) minyak kasturi”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab al-Shaum – no: 1894)

# Rasulullah s.a.w bersabda :
“Sesungguhnya di syurga terdapat pintu yang dinamakan al-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu pada hari Kiamat. Tidak ada seseorang pun yang akan masuk melalui pintu ini kecuali mereka .Dikatakan: Mana orang-orang yang berpuasa? Lalu mereka semua berdiri. Tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu ini selain mereka. Apabila mereka semua telah masuk, pintu ini akan ditutup dan tidak ada seorang pun yang akan masuk melaluinya”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab al-Shaum – no: 1896)

# Rasulullah shallallahu `alayhi wasallam bersabda, “Puasa dan
al-Quran itu akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari
kiamat kelak. Di mana puasa akan berkata, `Wahai Rabbku, aku telah
menahannya dari makanan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku
untuk memberi syafaat kepadanya`. Sedangkan al-Quran berkata, `Aku
telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan
aku untuk memberi syafaat kepadanya`.” Beliau bersabda, “Maka keduanya
pun memberikan syafaat”
(HR. Ahmad, al-Hakim, dan Abu Nu`aim, shahih.)

# Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda dalam hadits yang
panjang, “…, Kemudian dia membawaku berjalan dan ternyata aku sudah
bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit
mereka, mulut mereka robek, dan robekan itu mengalirkan darah”. Beliau
bercerita, “kemudian aku katakan, `Siapakah mereka itu?` Dia menjawab,
`Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum tiba waktu berbuka…` ”
(HR. an-Nasa`i, shahih)
na`udzubillah min dzalik.

# Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّراَبِ إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، فَإِنْ سَابَكَ أَحَدٌ أَوْ جَهِلَ عَلَيْكَ فَقُلْ إِنِّيْ صَائِمٌ إِنِّيْ صَائِمٌ

“Bukanlah puasa itu (menahan diri) dari makan dan minum. Puasa itu hanyalah (menahan diri) dari kesia-siaan dan kejelekan, maka kalau seseorang mencacimu atau berbuat kejelekan kepadamu, maka katakanlah, ‘Saya sedang puasa. Saya sedang puasa.’” (Riwayat Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim)

# Rasullulloh shallallahu `alayhi wasallam bersabda, yang artinya: “ Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo’a akan dikabulkan do’anya” (HR al-Bazzar, Ahmad, Ibnu Majah, hadits shahih)

# “Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila seseorang daripada kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah berbicara tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa” [Bukhari-Muslim]

“ Tidur orang yang berpuasa adalah ibadat, diamnya adalah tasbih, amalnya dilipatgandakan (pahalanya), doanya dikabulkan dan dosanya diampuni ”
Hadith ini adalah hadis maudhu’ (palsu). Hadis ini diriwayatkan oleh al-imam al-Baihaqi dalam kitabnya Syu’ab al-Imam, kemudian dinukil oleh al-Suyuti dalam kitabnya al-Jami’ al-Shaghir 1404/1981, 2/678. Menurut al-Imam al-Suyuti hadis di atas berdarjat dhaif. Namun kenyataannya ini telah menyelisih pandangan para ulama’ tahqiq yang lain yang lebih cenderung mengatakan bahawa ianya adalah hadis palsu. Tambahan pula, imam al-Suyuti yang menukilkan hadis tersebut daripada imam al-Baihaqi tidak menyebut akan komentar yang telah dilakukan oleh imam al-Baihaqi ke atas beberapa rawi yang terdapat dalam sanad tersebut yang antara lainnya menyebut bahawa di dalam sanad hadis tersebut terdapa beberapa rawi yang dianggap dha’if dan dha’if jiddan (tersangat dhaif), antaranya Ma’ruf bin Hisan (dha’if) dan Sulaiman bin Amr al-Nakha’i (sangat dha’if).
Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahawa Sulaiman bin Amr al-Nakha’i adalah pemalsu hadis. Yahya bin Ma’in mengatakan : “Sulaiman bin Amr al-Nakha’i dikenali sebagai pemalsu hadis” bahkan di dalam kesempatan lainnya beliau mengatakan: “Sulaiman bin Amr adalah manusia yang paling dusta di dunia ini”. Imam al-Bukhari mengatakan: “Sulaiman bin Amr adalah matruk (tertolak)”. Yazid bin Harun mengatakan: “Siapa pun tidak halal meriwayatkan hadis dari Sulaiman bin Amr”. Imam Ibnu Adiy menuturkan: “Para ulama’ sepakat bahawa Sulaiman bin Amr adalah seorang pemalsu hadis”. Ibnu Hibban mengatakan: “Sulaiman bin Amr al-Nakha’i adalah orang Bagdhad, yang secara lahiriahnya, dia adalah seorang yang salih, tetapi ia memalsukan hadis”. Imam al-Hakim tidak meragukan lagi bahawa Sulaiman bin Amr adalah pemalsu hadis.

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi -yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya-)

# Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903)

# sholat malam

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي الْمَسْجِدِ

ذَاتَ لَيْلَةٍ فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ ثُمَّ صَلَّى مِنْ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ ثُمَّ

اجْتَمَعُوا مِنْ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّ

اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ فَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنْ

الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ قَالَ وَذَلِكَ فِ

رَمَضَانَ

Dari ‘Aisyah: Sesungguhnya Rasulullah sallallaahu ‘alaihi wasallam solat di masjid pada suatu malam, kemudian sekelompok manusia bersolat bersama baginda. Kemudian solat pada malam berikutnya, sehingga ramainya manusia. Kemudian pada malam ketiga dan keempat manusia berkumpul, tetapi Rasulullah sallallaahu ‘alaihi wasallam tidak keluar menuju mereka. Ketika pagi hari baginda bersabda: Aku telah melihat apa yang kamu lakukan. ‘Tidaklah ada yang mencegahku untuk keluar menuju kamu kecuali aku bimbang (solat malam) diwajibkan bagi kamu’. (Perawi berkata): Yang demikian itu terjadi pada bulan Ramadhan. (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim).

# Dari Abi Umamah Al-Bahili Radhiallahu’anhu Aku pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Ketika aku tidur datanglah dua orang pria kemudian memegang dhobaya (dua lenganku) membawaku kesatu gunung yg kasar (tak rata) kedua berkata : “Naik aku katakan : “aku nggak mampu kedua berkata: “kami akan memudahkanmu” akupun naik hingga ketika aku sampai ke puncak gunung ketika itulah aku mendenganr suara yg keras. Akupun berta : “Suara apakah ini ? Mereka berkata: “Ini adl teriakan penghuni neraka kemudian kedua membawaku ketika aku melihat orang-orang yg digantung dgn kaki diatas mulut mereka rusak/robek darah mengalir dari mulut mereka. Aku bertanya: “Siapakah mereka ? kedua menjawab : “mereka adl orang-orang yg berbuka sebelum halal puasa mereka.” (Riwayat An-Nasa’I dalam “Al-Kubra” sebagaimana dalam “tuhfatul Asyraf” (4/166) dan Ibnu Hibban (no. 1800- zawahidnya) dan Al-Hakim (1/430) dari jalan Abdur Rahman bin Yazid bin Jabir dari Salim bin Amir dari Abu Umamah. Sanad SHAHIH).

# Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata:
Ketika turun ayat: “..Makan dan minumlah hingga nyata bagimu benang yang
putih dari benang yang hitam.” Beliau berkata: Seorang lelaki mengambil
seutas benang yang berwarna putih dan seutas benang berwarna hitam. Lalu ia
makan sampai kedua benang tersebut kelihatan jelas olehnya, sampai akhirnya
Allah menurunkan ayat kelanjutannya “..Pada waktu fajar..”, sehingga
persoalannya menjadi jelas.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1825
# Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:
Dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda bahwa ketika Bilal
mengumandangkan azan pada malam hari, maka makan dan minumlah kalian sampai
engkau mendengar azan yang dikumandangkan oleh Ibnu Ummu Maktum.

# Rasulullah shallallahu `alayhi wasallam bersabda :
“Barangsiapa memberi buka puasa kepada orang yang sedang berpuasa maka ia mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa dengan tidak mengurangi pahala orang berpuasa sedikitpun”. (Hadits riwayat Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dan menshahihkannya Tirmidzi).

# Diriwayatkan daripada Aisyah dan Ummu Salamah r.a, kedua-duanya berkata:: Nabi s.a.w bangkit dari tidur dalam keadaan berjunub bukan dari mimpi kemudian meneruskan puasa” [Bukhari-Muslim]

# Dari Ibnu Abbas Ra,

أَنْ النَّبِيِّ إِحْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ وَ إِحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ

“Bahwasanya Nabi Saw berbekam, padahal beliau dalam keadaan ihram dan beliau berbekam dalam keadaan berpuasa.” (HR. Bukhari)
Dari Syaddad bin Aus Ra,

النَّبِيِّ أَتَى عَلَى رَجُلٍ بِاْلبَقِيْعِ وَهُوَ يَحْتَجِمُ فِى رَمَضَانَ فَقَالَ : “أفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُوْمُ”

“Bahwasanya Nabi Saw pernah melewati seorang lelaki yang berbekam di bulan Ramadhan di Baqi’. Maka beliau bersabda: “Berbukalah orang yang berbekam dan yang di bekam.” (HR. Imam lima kecuali Tirmidzi dan disahihkan oleh Ahmad, Ibnu Huzaimah dan Ibnu Hibban)
Dari Anas bin Malik Ra, ia berkata,

أَوَّلُ مَا كُرهَتِ الْحِجَامَةُ لِلصَّائِم أَنَّ جَعْفَرَ بْنَ أَبِى طَالِبٍ إِحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ فَمَرَّ بِهِ النَّبِيِّ ص م فَقَالَ : ” أفْطَرَ هَذَانِ” ثُمَّ رَخَّصَ النَّبِيُّ ص م بَعْدَ فِى الْحِجَامَةِ لِلصَّائِم وَكَانَ أَنَسٌ يَحْتَجِمْ وَهُوَ صَائِمٌ

”Pertama kali dimakruhkan berbekam bagi orang yang berpuasa adalah Ja’far bin Abu thalib. Ia berbekam dalam keadaan berpuasa dan Nabi Saw, melewatinya. Maka beliau bersabda: “Dua orang ini berbuka puasanya.” Kemudian Nabi Saw memberi kemurahan berbekam bagi orang yang berpuasa sesudah itu. Dan Anas pernah berbekam dalam keadaan berpuasa.” (HR. Daruquthni dan ia menguatkanya)
Kandungan Hadits:
Berbekam tidak membatalkan puasa menurut mayoritas ulama berdasarkan hadist Ibnu Abbas yang menasakh hadist Syaddad bin Aus ra. Sebagaimana ditunjukkan oleh hadist Anas. Di samping itu, Ibnu Abbas menemani Nabi Saw saat haji wada’ tahun 10 Hijriah, karena itu, hadistnya Mutakhir. Sementara Syaddad menemani Nabi pada tahun penaklukan Mekkah tahun 8 Hijriah, jadi hadistnya lebih dahulu.
Yang terbaik adalah menjauhi bekam pada saat berpuasa. Demikian menurut Imam Sya fi’i

# Rasullulloh shallallahu `alayhi wasallam bersabda, yang artinya: “ Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo’a akan dikabulkan do’anya” (HR al-Bazzar, Ahmad, Ibnu Majah, hadits shahih)

# 1.Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih)

2. Dari Abdurrahman bin Auf radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut bulan Ramadhan seraya bersabda : “Sungguh, Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan Allah puasanya dan kusunatkan shalat malamnya. Maka barangsiapa menjalankan puasa dan shalat malam pada bulan itu karena iman dan mengharap pahala, niscaya bebas dari dosa-dosa seperti saat ketika dilahirkan ibunya.” (HR. An Nasa’i, katanya : yang benar adalah dari Abu Hurairah),” Menurut Al Arna’uth dalam “Jaami’ul Ushuul”, juz 6, hlm. 441, hadits ini hasan dengan adanya nash-nash lain yang memperkuatnya.

# Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha, sedang barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi). Dalam lafazh lain disebutkan : “Barangsiapa muntah tanpa disengaja, maka ia tidak (wajib) mengganti puasanya).” DiriwayatRan oleh Al-Harbi dalamGharibul Hadits (5/55/1) dari Abu Hurairah secara maudu’ dan dishahihkan oleh AI-Albani dalam silsilatul Alhadits Ash-Shahihah No. 923.

# Ridha Alloh atas 3 Perkara

اِنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثًا: اَنْ تَعْبُدُوْهُ وَلاَتُشْرِكُوْابِهِ شَيْئًا وَاَنْ تَعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًاوَلاَ تَفَرَّقُوْا وَاَنْ تَنَاصَحُوْا مَنْ وَلاَّهُ اللهُ اَمْرَكُمْ.

Sesungguhnya Allah ridha untuk kamu tiga perkara: (1) kamu beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan sesuatu dengan-Nya. (2) kamu berpegang teguh kepada tali Allah dan tidak bercerai berai (3) kamu menasihati dengan tulus terhadap orang yang diangkat oleh Allah menguasai urusanmu (HR. Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah).


أَيُّهَا الناس لَا تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ وَسَألُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ فإذا لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلَالِ السُّيُوفِ ثُمَّ قال اللهم مُنْزِلَ الْكِتَابِ وَمُجْرِيَ السَّحَابِ وَهَازِمَ الْأَحْزَابِ اهْزِمْهُمْ وَانْصُرْنَا عليهم

Wahai Manusia , Jangan kamu bercita – cita mencari musuh dan mohonlah kepada Allah akan kesejahteraan , jika kamu bertemu jua ( akan musuh ) maka bersabarlah dan ketahuilah sesungguhnya syurga itu berada dibawah kilatan mata pedang, kemudian beliau berdoa : Ya Allah , Tuhan yang menurunkan al Kitab , yang memperjalankan awan dan Tuhan yang membinasakan tentera ahzab , hancurkanlah mereka ( musuh ) dan berilah kemenangan ke atas kami

Hadis ini sangat menarik bagi saya. Sebagian kaum muslimin bersikap ekstrim terhadap jihad dengan berdalilkan “surga di bawah kilatan pedang”. Padahal dalam versi panjang hadis tersebut, jelas disebutkan, jangan bercita-cita bertemu musuh, dan mintalah kesejahteraan, tapi jika bertemu, berjuanglah.
Jelas bahwa, salah satu asas Islam adalah perdamaian. Dan itu pula salah satu hikmah dari nama agama ini, Islam = keselamatan, perdamaian.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

artikel terkait

apa betul tidurnya orang berpuasa itu ibadah

ramadhan saatnya berhenti merokok

siapa saja yang berhak menerima Zakat

mbah dukun adalah iblis berupa manusia

sabar syair Imam Asy Syafi’i