hadiths mengenai puasa

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sabda Rasulullah s.a.w :
“(Allah s.w.t berfirman) : Sesungguhnya dia (hamba) meninggalkan makan dan minum serta syahwatnya kerana-KU. Puasa (yang dia kerjakan adalah) kerana-KU. Puasa adalah untuk-KU. Sedangkan, AKU memberi balasan setiap kebaikan itu dengan sepuluh kali ganda sehingga 700 kali ganda kecuali ibadah puasa. Ini kerana, ia (puasa) adalah untuk-KU dan (sudah tentu) AKU sendiri yang akan memberi balasannya”
(Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa’, Kitab al-Shiyam – no: 603)

# Sabda Rasulullah s.a.w :
“ Setiap amal kebaikan anak Bani Adam pahalanya (dicatat oleh malaikat) kecuali puasa. Sesungguhnya ia adalah untuk-KU dan AKUlah yang memberi pahala puasanya”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab al-Libas – no: 5927)

# Dari Abu Hurairah radhiallahu `anhu, dia bercerita, Rasulullah
shallallhu `alayhi wasallam bersabda, “Setiap amal anak Adam akan
dibalas berlipat ganda. Kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya sampai
700 kali lipat. Allah Ta`ala berfirman, `Kecuali puasa, di mana puasa
itu adalah untuk diri-Ku dan Aku akan membalasnya. Dia meninggalkan
nafsu syahwat dan makanan demi diri-Ku. Dan orang yang berpuasa itu
memiliki 2 kegembiraan; kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat
berjumpa dengan Rabbnya. Dan sesungguhnya bau mulut orang yang
berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi”
(HR. al-Bukhari dan Muslim, lafazh di atas bagi Muslim)

# Rasulullah s.a.w bersabda :

“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan

dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala daripada Allah, dosanya yang telah lalu telah diampuni (oleh Allah)”

(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab al-Iman – no: 38)

# Rasulullah s.a.w bersabda :
“Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya,
bau mulut orang yang berpuasa lebih baik di sisi
Allah daripada aroma (haruman) minyak kasturi”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab al-Shaum – no: 1894)

# Rasulullah s.a.w bersabda :
“Sesungguhnya di syurga terdapat pintu yang dinamakan al-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu pada hari Kiamat. Tidak ada seseorang pun yang akan masuk melalui pintu ini kecuali mereka .Dikatakan: Mana orang-orang yang berpuasa? Lalu mereka semua berdiri. Tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu ini selain mereka. Apabila mereka semua telah masuk, pintu ini akan ditutup dan tidak ada seorang pun yang akan masuk melaluinya”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab al-Shaum – no: 1896)

# Rasulullah shallallahu `alayhi wasallam bersabda, “Puasa dan
al-Quran itu akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari
kiamat kelak. Di mana puasa akan berkata, `Wahai Rabbku, aku telah
menahannya dari makanan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku
untuk memberi syafaat kepadanya`. Sedangkan al-Quran berkata, `Aku
telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan
aku untuk memberi syafaat kepadanya`.” Beliau bersabda, “Maka keduanya
pun memberikan syafaat”
(HR. Ahmad, al-Hakim, dan Abu Nu`aim, shahih.)

# Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda dalam hadits yang
panjang, “…, Kemudian dia membawaku berjalan dan ternyata aku sudah
bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit
mereka, mulut mereka robek, dan robekan itu mengalirkan darah”. Beliau
bercerita, “kemudian aku katakan, `Siapakah mereka itu?` Dia menjawab,
`Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum tiba waktu berbuka…` ”
(HR. an-Nasa`i, shahih)
na`udzubillah min dzalik.

# Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّراَبِ إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، فَإِنْ سَابَكَ أَحَدٌ أَوْ جَهِلَ عَلَيْكَ فَقُلْ إِنِّيْ صَائِمٌ إِنِّيْ صَائِمٌ

“Bukanlah puasa itu (menahan diri) dari makan dan minum. Puasa itu hanyalah (menahan diri) dari kesia-siaan dan kejelekan, maka kalau seseorang mencacimu atau berbuat kejelekan kepadamu, maka katakanlah, ‘Saya sedang puasa. Saya sedang puasa.’” (Riwayat Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim)

# Rasullulloh shallallahu `alayhi wasallam bersabda, yang artinya: “ Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo’a akan dikabulkan do’anya” (HR al-Bazzar, Ahmad, Ibnu Majah, hadits shahih)

# “Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila seseorang daripada kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah berbicara tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa” [Bukhari-Muslim]

“ Tidur orang yang berpuasa adalah ibadat, diamnya adalah tasbih, amalnya dilipatgandakan (pahalanya), doanya dikabulkan dan dosanya diampuni ”
Hadith ini adalah hadis maudhu’ (palsu). Hadis ini diriwayatkan oleh al-imam al-Baihaqi dalam kitabnya Syu’ab al-Imam, kemudian dinukil oleh al-Suyuti dalam kitabnya al-Jami’ al-Shaghir 1404/1981, 2/678. Menurut al-Imam al-Suyuti hadis di atas berdarjat dhaif. Namun kenyataannya ini telah menyelisih pandangan para ulama’ tahqiq yang lain yang lebih cenderung mengatakan bahawa ianya adalah hadis palsu. Tambahan pula, imam al-Suyuti yang menukilkan hadis tersebut daripada imam al-Baihaqi tidak menyebut akan komentar yang telah dilakukan oleh imam al-Baihaqi ke atas beberapa rawi yang terdapat dalam sanad tersebut yang antara lainnya menyebut bahawa di dalam sanad hadis tersebut terdapa beberapa rawi yang dianggap dha’if dan dha’if jiddan (tersangat dhaif), antaranya Ma’ruf bin Hisan (dha’if) dan Sulaiman bin Amr al-Nakha’i (sangat dha’if).
Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahawa Sulaiman bin Amr al-Nakha’i adalah pemalsu hadis. Yahya bin Ma’in mengatakan : “Sulaiman bin Amr al-Nakha’i dikenali sebagai pemalsu hadis” bahkan di dalam kesempatan lainnya beliau mengatakan: “Sulaiman bin Amr adalah manusia yang paling dusta di dunia ini”. Imam al-Bukhari mengatakan: “Sulaiman bin Amr adalah matruk (tertolak)”. Yazid bin Harun mengatakan: “Siapa pun tidak halal meriwayatkan hadis dari Sulaiman bin Amr”. Imam Ibnu Adiy menuturkan: “Para ulama’ sepakat bahawa Sulaiman bin Amr adalah seorang pemalsu hadis”. Ibnu Hibban mengatakan: “Sulaiman bin Amr al-Nakha’i adalah orang Bagdhad, yang secara lahiriahnya, dia adalah seorang yang salih, tetapi ia memalsukan hadis”. Imam al-Hakim tidak meragukan lagi bahawa Sulaiman bin Amr adalah pemalsu hadis.

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi -yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya-)

# Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903)

# sholat malam

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي الْمَسْجِدِ

ذَاتَ لَيْلَةٍ فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ ثُمَّ صَلَّى مِنْ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ ثُمَّ

اجْتَمَعُوا مِنْ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّ

اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ فَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنْ

الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ قَالَ وَذَلِكَ فِ

رَمَضَانَ

Dari ‘Aisyah: Sesungguhnya Rasulullah sallallaahu ‘alaihi wasallam solat di masjid pada suatu malam, kemudian sekelompok manusia bersolat bersama baginda. Kemudian solat pada malam berikutnya, sehingga ramainya manusia. Kemudian pada malam ketiga dan keempat manusia berkumpul, tetapi Rasulullah sallallaahu ‘alaihi wasallam tidak keluar menuju mereka. Ketika pagi hari baginda bersabda: Aku telah melihat apa yang kamu lakukan. ‘Tidaklah ada yang mencegahku untuk keluar menuju kamu kecuali aku bimbang (solat malam) diwajibkan bagi kamu’. (Perawi berkata): Yang demikian itu terjadi pada bulan Ramadhan. (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim).

# Dari Abi Umamah Al-Bahili Radhiallahu’anhu Aku pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Ketika aku tidur datanglah dua orang pria kemudian memegang dhobaya (dua lenganku) membawaku kesatu gunung yg kasar (tak rata) kedua berkata : “Naik aku katakan : “aku nggak mampu kedua berkata: “kami akan memudahkanmu” akupun naik hingga ketika aku sampai ke puncak gunung ketika itulah aku mendenganr suara yg keras. Akupun berta : “Suara apakah ini ? Mereka berkata: “Ini adl teriakan penghuni neraka kemudian kedua membawaku ketika aku melihat orang-orang yg digantung dgn kaki diatas mulut mereka rusak/robek darah mengalir dari mulut mereka. Aku bertanya: “Siapakah mereka ? kedua menjawab : “mereka adl orang-orang yg berbuka sebelum halal puasa mereka.” (Riwayat An-Nasa’I dalam “Al-Kubra” sebagaimana dalam “tuhfatul Asyraf” (4/166) dan Ibnu Hibban (no. 1800- zawahidnya) dan Al-Hakim (1/430) dari jalan Abdur Rahman bin Yazid bin Jabir dari Salim bin Amir dari Abu Umamah. Sanad SHAHIH).

# Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata:
Ketika turun ayat: “..Makan dan minumlah hingga nyata bagimu benang yang
putih dari benang yang hitam.” Beliau berkata: Seorang lelaki mengambil
seutas benang yang berwarna putih dan seutas benang berwarna hitam. Lalu ia
makan sampai kedua benang tersebut kelihatan jelas olehnya, sampai akhirnya
Allah menurunkan ayat kelanjutannya “..Pada waktu fajar..”, sehingga
persoalannya menjadi jelas.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1825
# Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:
Dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda bahwa ketika Bilal
mengumandangkan azan pada malam hari, maka makan dan minumlah kalian sampai
engkau mendengar azan yang dikumandangkan oleh Ibnu Ummu Maktum.

# Rasulullah shallallahu `alayhi wasallam bersabda :
“Barangsiapa memberi buka puasa kepada orang yang sedang berpuasa maka ia mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa dengan tidak mengurangi pahala orang berpuasa sedikitpun”. (Hadits riwayat Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dan menshahihkannya Tirmidzi).

# Diriwayatkan daripada Aisyah dan Ummu Salamah r.a, kedua-duanya berkata:: Nabi s.a.w bangkit dari tidur dalam keadaan berjunub bukan dari mimpi kemudian meneruskan puasa” [Bukhari-Muslim]

# Dari Ibnu Abbas Ra,

أَنْ النَّبِيِّ إِحْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ وَ إِحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ

“Bahwasanya Nabi Saw berbekam, padahal beliau dalam keadaan ihram dan beliau berbekam dalam keadaan berpuasa.” (HR. Bukhari)
Dari Syaddad bin Aus Ra,

النَّبِيِّ أَتَى عَلَى رَجُلٍ بِاْلبَقِيْعِ وَهُوَ يَحْتَجِمُ فِى رَمَضَانَ فَقَالَ : “أفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُوْمُ”

“Bahwasanya Nabi Saw pernah melewati seorang lelaki yang berbekam di bulan Ramadhan di Baqi’. Maka beliau bersabda: “Berbukalah orang yang berbekam dan yang di bekam.” (HR. Imam lima kecuali Tirmidzi dan disahihkan oleh Ahmad, Ibnu Huzaimah dan Ibnu Hibban)
Dari Anas bin Malik Ra, ia berkata,

أَوَّلُ مَا كُرهَتِ الْحِجَامَةُ لِلصَّائِم أَنَّ جَعْفَرَ بْنَ أَبِى طَالِبٍ إِحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ فَمَرَّ بِهِ النَّبِيِّ ص م فَقَالَ : ” أفْطَرَ هَذَانِ” ثُمَّ رَخَّصَ النَّبِيُّ ص م بَعْدَ فِى الْحِجَامَةِ لِلصَّائِم وَكَانَ أَنَسٌ يَحْتَجِمْ وَهُوَ صَائِمٌ

”Pertama kali dimakruhkan berbekam bagi orang yang berpuasa adalah Ja’far bin Abu thalib. Ia berbekam dalam keadaan berpuasa dan Nabi Saw, melewatinya. Maka beliau bersabda: “Dua orang ini berbuka puasanya.” Kemudian Nabi Saw memberi kemurahan berbekam bagi orang yang berpuasa sesudah itu. Dan Anas pernah berbekam dalam keadaan berpuasa.” (HR. Daruquthni dan ia menguatkanya)
Kandungan Hadits:
Berbekam tidak membatalkan puasa menurut mayoritas ulama berdasarkan hadist Ibnu Abbas yang menasakh hadist Syaddad bin Aus ra. Sebagaimana ditunjukkan oleh hadist Anas. Di samping itu, Ibnu Abbas menemani Nabi Saw saat haji wada’ tahun 10 Hijriah, karena itu, hadistnya Mutakhir. Sementara Syaddad menemani Nabi pada tahun penaklukan Mekkah tahun 8 Hijriah, jadi hadistnya lebih dahulu.
Yang terbaik adalah menjauhi bekam pada saat berpuasa. Demikian menurut Imam Sya fi’i

# Rasullulloh shallallahu `alayhi wasallam bersabda, yang artinya: “ Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo’a akan dikabulkan do’anya” (HR al-Bazzar, Ahmad, Ibnu Majah, hadits shahih)

# 1.Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih)

2. Dari Abdurrahman bin Auf radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut bulan Ramadhan seraya bersabda : “Sungguh, Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan Allah puasanya dan kusunatkan shalat malamnya. Maka barangsiapa menjalankan puasa dan shalat malam pada bulan itu karena iman dan mengharap pahala, niscaya bebas dari dosa-dosa seperti saat ketika dilahirkan ibunya.” (HR. An Nasa’i, katanya : yang benar adalah dari Abu Hurairah),” Menurut Al Arna’uth dalam “Jaami’ul Ushuul”, juz 6, hlm. 441, hadits ini hasan dengan adanya nash-nash lain yang memperkuatnya.

# Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha, sedang barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi). Dalam lafazh lain disebutkan : “Barangsiapa muntah tanpa disengaja, maka ia tidak (wajib) mengganti puasanya).” DiriwayatRan oleh Al-Harbi dalamGharibul Hadits (5/55/1) dari Abu Hurairah secara maudu’ dan dishahihkan oleh AI-Albani dalam silsilatul Alhadits Ash-Shahihah No. 923.

# Ridha Alloh atas 3 Perkara

اِنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثًا: اَنْ تَعْبُدُوْهُ وَلاَتُشْرِكُوْابِهِ شَيْئًا وَاَنْ تَعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًاوَلاَ تَفَرَّقُوْا وَاَنْ تَنَاصَحُوْا مَنْ وَلاَّهُ اللهُ اَمْرَكُمْ.

Sesungguhnya Allah ridha untuk kamu tiga perkara: (1) kamu beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan sesuatu dengan-Nya. (2) kamu berpegang teguh kepada tali Allah dan tidak bercerai berai (3) kamu menasihati dengan tulus terhadap orang yang diangkat oleh Allah menguasai urusanmu (HR. Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah).


أَيُّهَا الناس لَا تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ وَسَألُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ فإذا لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلَالِ السُّيُوفِ ثُمَّ قال اللهم مُنْزِلَ الْكِتَابِ وَمُجْرِيَ السَّحَابِ وَهَازِمَ الْأَحْزَابِ اهْزِمْهُمْ وَانْصُرْنَا عليهم

Wahai Manusia , Jangan kamu bercita – cita mencari musuh dan mohonlah kepada Allah akan kesejahteraan , jika kamu bertemu jua ( akan musuh ) maka bersabarlah dan ketahuilah sesungguhnya syurga itu berada dibawah kilatan mata pedang, kemudian beliau berdoa : Ya Allah , Tuhan yang menurunkan al Kitab , yang memperjalankan awan dan Tuhan yang membinasakan tentera ahzab , hancurkanlah mereka ( musuh ) dan berilah kemenangan ke atas kami

Hadis ini sangat menarik bagi saya. Sebagian kaum muslimin bersikap ekstrim terhadap jihad dengan berdalilkan “surga di bawah kilatan pedang”. Padahal dalam versi panjang hadis tersebut, jelas disebutkan, jangan bercita-cita bertemu musuh, dan mintalah kesejahteraan, tapi jika bertemu, berjuanglah.
Jelas bahwa, salah satu asas Islam adalah perdamaian. Dan itu pula salah satu hikmah dari nama agama ini, Islam = keselamatan, perdamaian.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

artikel terkait

apa betul tidurnya orang berpuasa itu ibadah

ramadhan saatnya berhenti merokok

siapa saja yang berhak menerima Zakat

mbah dukun adalah iblis berupa manusia

sabar syair Imam Asy Syafi’i

Iklan

keutamaan puasa ( gabungan hadiths )

PUASA

Rasulullah s.a.w bersabda :
“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan
dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala daripada Allah, dosanya yang telah lalu telah diampuni (oleh Allah)”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab al-Iman – no: 38)

Rasulullah s.a.w bersabda :
“Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya,
bau mulut orang yang berpuasa lebih baik di sisi
Allah daripada aroma (haruman) minyak kasturi”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab al-Shaum – no: 1894)
Rasulullah s.a.w bersabda :
“Sesungguhnya di syurga terdapat pintu yang dinamakan al-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu pada hari Kiamat. Tidak ada seseorang pun yang akan masuk melalui pintu ini kecuali mereka .Dikatakan: Mana orang-orang yang berpuasa? Lalu mereka semua berdiri. Tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu ini selain mereka. Apabila mereka semua telah masuk, pintu ini akan ditutup dan tidak ada seorang pun yang akan masuk melaluinya”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab al-Shaum – no: 1896)

PARA PEMBANTU

Pelayan-pelayanmu adalah saudaramu. Allah menjadikan mereka bernaung di bawah kekuasaanmu. Barangsiapa saudaranya berada di bawah naungan kekuasaannya hendaklah mereka diberi makan serupa dengan yang dia makan dan diberi pakaian serupa dengan yang dia pakai. Janganlah membebani mereka dengan pekerjaan yang tidak dapat mereka tunaikan. Jika kamu memaksakan suatu pekerjaan hendaklah kamu ikut membantu mereka. (HR. Al Bukhari)
Ada tiga golongan yang kelak pada hari kiamat akan menjadi musuhku. Barangsiapa menjadi musuhku maka aku akan memusuhinya. Pertama, seorang yang berjanji setia kepadaku lalu dia ingkar (berkhianat). kedua, seorang yang menjual orang yang merdeka (bukan budak) lalu memakan uang harga penjualannya. ketiga, seorang yang mengkaryakan seorang buruh tapi setelah menyelesaikan pekerjaannya orang tersebut tidak memberinya upah. (HR. Ibnu Majah)
Jangan memukul pembantu perempuanmu hanya karena dia memecahkan barang pecah-belahmu. Sesungguhnya barang pecah-belah itu ada waktu ajalnya seperti ajalnya manusia. (HR. Abu Na’im dan Athabrani)

LIDAH

Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu mencaci maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Adailami)
Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya, dan barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya. (HR. Athabrani)
Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya. (HR. Athabrani dan Al Baihaqi)

COBAAN

Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa. (HR. Al Bukhari)
Saad bin Abi Waqash berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya? Nabi saw. menjawab, “Para nabi kemudian yang meniru (menyerupai) mereka dan yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya tipis (lemah) dia diuji dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai dengan itu (keras). Seseorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa. (HR. Al Bukhari)

MASA

Sebaik-baik umatku adalah pada abadku ini, kemudian yang sesudahnya dan yang sesudahnya. Kemudian sesudah mereka muncul suatu kaum yang memberi kesaksian tetapi tidak bisa dipercaya kesaksiannya. Mereka berkhianat dan tidak dapat diamanati. Mereka bernadzar (berjanji) tetapi tidak menepatinya dan mereka tampak gemuk-gemuk. (HR. Attirmidzi)
Tiada datang kepadamu jaman kecuali yang sesudahnya lebih buruk daripada yang sebelumnya sampai kamu berjumpa dengan Allah. (HR. Ahmad)

DOSA

1) Dari Anas bin Malik ra berkata,”Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman,”Wahai anak Adam, selama kamu berdoa dan berharap kepada- Ku, maka Aku mengampuni dosa-dosa lampaumu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, meski dosamu sepenuh langit, namun bila kamu meminta ampun kepada-Ku, pastilah Ku ampuni dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, meski kamu datang kepada Ku dengan dosa sepenuh bumi namun bila kamu menemui-Ku tanpa syirik kepada-Ku, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh itu juga. (HR. At-Tirmizy).
2.)Ibnu abbas ra. berkata bahwa rasulullah saw bersabda’ sesungguhnya Alloh SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan keliru ,lupa, dan karena dipaksa’ (Hadist Hasan ini diriwayatkan oleh ibnu Majjah, Baihaqi dan lain-lain)

ETIKA

Apabila berkumpul tiga orang janganlah yang dua orang berbisik-bisik (bicara rahasia) dan meninggalkan orang yang ketiga. (HR. Al Bukhari)

Seorang tamu yang masuk ke rumah suatu kaum hendaklah duduk di tempat yang ditunjuk kaum itu sebab mereka lebih mengenal tempat-tempat aurat rumah mereka. (HR. Athabrani)

artikel terkait

niat ( gabungan hadiths )

gabungan hadiths pendek

kumpulan ayat ayat al Quran

hikmah dalam melaksanakan puasa

hukum hukum berkaitan dengan puasa

tata cara I’tikaf dalam bulan Ramadhan

allahumma lak shumtu…

kumandangkanlah adzan

1.) Apabila engkau sedang mengurus kambing atau ditengah padang maka azankanlah untuk menyerukan shalat dan keraskanlah suaramu dengan seruan itum karena sesungguhnya jin manusia dan aoaoun yang mendengar selama suara azan itu pada hari kiamat nanti akan menjadi saksi baginya (Riwayat bukhari)
2.) Sabda rasulullah saw barang siapa yang lahir anaknya maka azankanlah pada telinga kanannya dan iqamahlah pada telinga kirinya maka anak itu tidak dimudharatkan oleh jin (tidak kena penyakit kanak-kanak (Diriwatkan dalam kitab Ibnu suni dari hasan bin ali)

Dari anas bin malik ia berkata “rasulullah telah berkata, ‘ Doa (permintaan ) di antara azan dan iqamah tidak ditolak (Riwayat ahmad , abu dawud, dan tirmizi)
Sabda rasulullah saw; apabila kamu mendengar azan, hendaklah kamu berkata seperti yang dikatakan oleh muazin(riwayat bukhari dan muslim) pada rowayat muslim dikatakan, kecuali sewaktu mendengar “Hayya alas-salah,hayya alal-falah, maka yang mendengar hendaklah berkata la haula walaquwwata illa billah (Riwayat abu dawud)
Dari syahar bin husyab, “Sesungguhnya bilal telah qamat. tatkala ia mengucapkan “Qad qamatis salah, rasulullah saw menyebut aqamahallahu-waadamaha (Riwayat abud dawud)

artikel terkait :

tahukah antum keajaiban adzan

antara cinta, dunia dan akhirat

kisah hidup seorang putra khalifah

semesta pun kehilangan pelita terindahnya

MANUSIA YANG PALING SEMPURNA

bertaqwa tidak akan menjadikanmu miskin

gabungan hadits hadits pendek

syukur

Dari annas ra ia berkata rasulullah saw bersabda ; Sesungguhnya Alloh sangat ridha kepada orang yang apabila makan ia memuji kepada – Nya atau apabila minum ia memuji kepada Nya karena merasa telah mendapatkan rahmat (Hr Muslim)
NB:mohon maaf bila kiriman saya mengganggu di Inbok saudara/i ku semua,,terima kasih atas masukan dan sarannya (^_^) saya bukan ahli ilmu dan banyak kelemahan klw ada yg salah nasehati saya terima kasih ,,salam ukuwah

Indahnya iman

Anas ra. dari Nabi SAW. bersabda: ”Tiga perkara yang apabila terdapat pada diri seseorang, niscaya ia akan merasakan manisnya iman, yaitu: Hendaknya Allah dan rasul-Nya lebih dicintainya daripada yang lain. Hendaklah bila ia mencintai seseorang semata-mata karena Allah. Hendaklah ia benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci kalau akan dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari)
Penjelasan
Nabi SAW. menjelaskan bahwa ada tiga hal yang apabila diamalkan oleh seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman. Manis disini menunjukkan arti nikmat, senang, suka terhadap iman. Apabila seseorang merasa nikmat terhadap sesuatu maka ia tidak akan rela apabila sesuatu itu lepas dan hilang dari dirinya, apalagi kenikmatan itu adalah kenikmatan iman, suatu anugerah terbesar yang seharusnya kita syukuri dan harus benar-benar dipertahankan sampai akhir hayat kita. Jika kita berhasil mempertahankan iman sampai ajal menjemput, maka demi Allah, surga telah menanti kita. Tiga hal yang dapat menimbulkan manisnya iman tersebut adalah;
1. Mencintai Allah dan rasul-Nya melebihi kecintaan terhadap yang lain
Mencintai Allah dan rasul-Nya harus kita tempatkan pada urutan teratas dari daftar siapa yang kita cintai. Mencintai Allah dan rasul-Nya berarti kita bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa kepada Allah, menuntut ilmu yang berkenaan dengan sunnah Rasulullah SAW. dan mengamalkannya. Kepentingan Allah dan rasul-Nya harus kita jadikan prioritas utama dibandingkan dengan urusan lain.
Orang yang mencintai Allah dan rasul-Nya melebihi kecintaan lainnya akan memperoleh kenikmatan yang kekal. Sebaliknya orang yang mencintai sesuatu melebihi kecintaannya terhadap Allah dan rasul-Nya hanya akan memperoleh kenikmatan nisbi (sementara).
2. Mencintai seseorang karena Allah
Agama mengajarkan cinta dan benci itu bukan karena orangnya, tetapi karena perbuatannya, apakah ia mengikuti ajaran Allah atau malah menyimpang dari ajaran Allah. Jika kita mencintai karena orangnya, seperti karena ia cantik/tampan, atau karena ia kaya, dll.; maka sangat besar kemungkinan kita akan terbutakan oleh cinta itu, sehingga tidak lagi dapat membedakan antara yang baik dan buruk. Jika kita mencintai seseorang karena ia mengikuti ajaran Allah, maka insyaallah hidup kita akan lebih berkualitas karena setiap saat kita akan berusaha memperbaiki diri untuk senantiasa bersama mendekatkan diri kepada Allah.
3. Benci kepada kekufuran seperti benci jika dicampakkan ke dalam api neraka.
Siapapun orangnya, pasti tidak akan mau apabila dimasukkan ke dalam api neraka yang di dalamnya penuh dengan siksaan yang tak pernah kita bayangkan. Dalam suatu riwayat diceritakan oleh Nabi SAW. bahwa siksaan paling ringan dalam neraka adalah seseorang yang cuma berdiri sedangkan otaknya mendidih karena panasnya neraka, na’udzubillah min dzalik. Satu syarat terakhir agar kita bisa merasakan manisnya iman adalah kita harus punya semangat untuk menjauhi kekufuran sama seperti semangat kita untuk tidak mau dimasukkan ke dalam neraka.
Kufur artiya menolak kebenaran, dan orang yang menolak kebenaran dalam Islam disebut kafir. Orang kafir menolak kebenaran, atau perintah Allah, dan mengikuti keinginan hawa nafsunya sendiri.
Wallahu a’alam bishshawab. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua, amin.

berbakti

1.Hadis riwayat Asma ra., ia berkata:
Aku bertanya kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasulullah, ibuku (seorang musyrik) datang kepadaku mengharap bakti dariku. Apakah aku harus berbakti kepadanya? Rasulullah saw. bersabda: Ya Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 1670
2.Dari Usair bin Amr, ada yang mengatakan bahawa ia adalah bin Jabir – dengan dhammahnya hamzah dan fathahnya sin muhmalah, katanya: “Umar bin Alkhaththab ketika didatangi oleh sepasukan pembantu – dalam peperangan – dari golongan penduduk Yaman, lalu ia bertanya kepada mereka: “Adakah di antaramu semua seorang yang bernama Uwais bin ‘Amir?” Akhirnya sampailah Uwais itu ada di mukanya, lalu Umar bertanya: “Adakah anda bernama Uwais.” Uwais menjawab: “Ya.” Ia bertanya lagi: “Benarkah dari keturunan kabilah Murad dari lingkungan suku Qaran?” Ia menjawab: “Ya.” Ia bertanya pula: “Adakah anda mempunyai penyakit supak, kemudian anda sembuh daripadanya, kecuali hanya di suatu tempat sebesar wang dirham?” Ia menjawab: “Ya.” Ia bertanya lagi: “Adakah anda mempunyai seorang ibu?” Ia menjawab: “Ya.” Umar lalu berkata: “Saya pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Akan datang padamu semua seorang bernama Uwais bin ‘Amir beserta sepasukan mujahidin dari ahli Yaman, ia dari keturunan Murad dari Qaran. Ia mempunyai penyakit supak lalu sembuh dari Penyakitnya itu kecuali di suatu tempat sebesar wang dirham. Ia juga mempunyai seorang ibu yang ia amat berbakti padanya. Andaikata orang itu bersumpah akan sesuatu atas nama Allah, pasti Allah akan melaksanakan sumpahnya itu – dengan sebab amat berbaktinya terhadap ibunya itu. Maka jikalau engkau kuasa meminta padanya agar ia memintakan pengampunan – kepada Allah – untukmu, maka lakukanlah itu!” Oleh sebab itu, mohonkanlah pengampunan kepada Allah – untukku. Uwais lalu memohonkan pengampunan untuk Umar. Selanjutnya Umar bertanya lagi: “Ke manakah anda hendak pergi?” Ia menjawab: “Ke Kufah.” Umar berkata: “Sukakah anda, sekiranya saya menulis – sepucuk surat – kepada gabenor Kufah – agar anda dapat sambutan dan pertolongan yang diperlukan.” Ia menjawab: “Saya lebih senang menjadi golongan manusia yang fakir-miskin.”
Setelah tiba tahun mukanya, ada seorang dari golongan bangsawan Kufah berhaji, lalu kebetulan ia menemui Umar, kemudian Umar menanyakan padanya perihal Uwais. Orang itu menjawab: Sewaktu saya tinggalkan, ia dalam keadaan buruk rumahnya lagi sedikit barangnya – maksudnya sangat menderita.” Umar lalu berkata: “Saya pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Akan datang padamu semua seorang bernama Uwais bin ‘Amir beserta sepasukan mujahidin dari ahli Yaman, ia dari keturunan Murad dari Qaran. Ia mempunyai penyakit supak lalu sembuh dari penyakitnya itu kecuali di suatu tempat sebesar wang dirham. Ia juga mempunyai seorang ibu yang ia amat berbakti padanya. Andaikata orang itu bersumpah akan sesuatu atas nama Allah, pasti Allah akan melaksanakan sumpahnya itu. Maka jikalau engkau kuasa meminta padanya agar ia memintakan pengampunan – kepada Allah untukmu, maka lakukan itu!” Orang bangsawan itu lalu mendatangi Uwais dan berkata: “Mohonkanlah pengampunan – kepada Allah – untukku. Uwais berkata: “Anda masih baru saja waktunya melakukan perjalanan yang baik – yakni ibadat haji, maka sepatutnya memohonkanlah pengampunan untukku.” Uwais lalu melanjutkan katanya: “Adakah anda bertemu dengan Umar?” Ia menjawab: “Ya”. Uwais lalu memohonkan pengampunan untuknya. Orang-orang banyak lalu mengerti siapa sebenarnya Uwais itu, mereka mendatanginya, kemudian Uwais berangkat – keluar dari Kufah menurut kehendaknya sendiri.” (Riwayat Muslim)

Yatim

Sesungguhnya orang-orang yang makan harta-harta anak yatim dengan cara penganiayaan, maka hanyasanya yang mereka makan dalam perut mereka itu adalah api neraka dan mereka akan masuk dalam neraka Sa’ir.” (an-Nisa’: 10)
Dan mereka sama menanyakan tentang anak-anak yatim. Katakanlah: “Berbuat baik kepada mereka itu adalah yang terbaik dan jikalau engkau semua bergaul baik-baik dengan mereka, maka mereka itupun saudara-saudaramu dan Allah mengetahui siapa orang yang membuat kerusakan dari orang yang berbuat kebaikan.” (al-Baqarah: 220)
2.Dari Sahl bin Sa’ad r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:”Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam syurga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan merenggangkan antara keduanya itu.” (Riwayat Bukhari)
3.Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:”Pemelihara anak yatim, baik miliknya sendiri atau milik lainnya, saya – Nabi s.a.w. – dan ia adalah seperti kedua jari ini di dalam syurga.” Yang merawikan Hadis ini yakni Malik bin Anas mengisyaratkan dengan menggunakan jari telunjuk serta jari tengahnya. (Riwayat Muslim)
4.Dari Abu Syuraih, iaitu Khuwailid bin ‘Amr al-Khuza’i r.a., katanya: “Nabi s.a.w. bersabda:”Sesungguhnya saya sangat memberatkan dosa – kesalahan -orang yang menyia- nyiakan haknya dua golongan yang lemah, iaitu anak yatim dan orang perempuan.”
Ini adalah Hadis hasan yang diriwayatkan oleh an-Nasa’i dengan isnad yang baik.

shalat

Dari ibnu mas’ud ra, ia berkata ; ada seorang laki-laki mencium seorang wanita kemudia ia menghadap nabi saw dan menceritakan kepada beliau tentang apa yang telah ia kerjakan, kemudian turunlah firman Allah ta’ala; AQIMISH SHALATA THARAFAYIN NAHAARI WA ZULAFAN MINALLAILI INNAL HASANAATI YUDZIBNAS SAYYIATI (Dan dirikan lah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam, sesungguhnya perbuatan -perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk,) orang itu bertanya ; Wahai rasulullah apakah ini hanya untuk saya ? Beliau menjawab ; untuk semua umatku ((Hr Bukhari dan muslim)

Dunia

Barang siapa pada pagi hari aman dalam kelompoknya,sehat tubuhnya, memiliki pangan seharinya, maka dia seolah-olah memperoleh dunia dengan segala isinya (Hr. Attirmidzi)
Perbandingan dunia dan akhirat seperti seorang yang mencelupkan jari tangannya ke dalam laut lalu diangkatnya dan dilihatnya apa yang diperolehnya (HR Muslim dan Ibnu majah)
.Dunia ini cantik dan hijau. sesungguhnya Alloh menjadikan kamu kholifah dan Alloh mengamati apa yang kamu lakukan , karena itu jauhilah godaan wanita dan dunia, Sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa bani israil adalah godaan kaum wanita(HR.Ahmad)

tentang waria dan sejenisnya

1. Rasulullah s.a.w. p ernah menghitung orang-orang yang dilaknat di dunia ini dan disambutnya juga oleh Malaikat, diantaranya ialah laki-laki yang memang oleh Allah dijadikan betul-betul laki-laki, tetapi dia menjadikan dirinya sebagai perempuan dan menyerupai perempuan; dan yang kedua, yaitu perempuan yang memang dicipta oleh Allah sebagai perempuan betul-betul, tetapi kemudian dia menjadikan dirinya sebagai laki-laki dan menyerupai orang laki-laki (Hadis Riwayat Thabarani).
2. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ada dua golongan ahli neraka yang belum pernah saya melihat keduanya itu*,’ yaitu sekelompok kaum yang memegang cemeti sebagai ekor lembu, mereka memukul para manusia dengan cemeti tadi dan beberapa kaum wanita yang berpakaian tipis, telanjang sebagian tubuhnya, berjalan dengan gaya kecongkaan dan me-miringkan bahu-bahunya – yakni jalannya diserupakan dengan kaum lelaki yang menunjukkan kesombongannya. Kepala kaum wanita ini adalah seperti unta gemuk yang miring jalannya. Mereka itu tidak dapat masuk syurga dan tidak dapat memperoleh bau harum syurga, padahal sesungguhnya bau harum syurga itu dapat dicapai dari jarak
perjalanan sejauh sekian dan sekian – yakni amat jauh sekali.” (Riwayat Muslim)
3.Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. melaknat kepada seorang lelaki yang mengenakan pakaian orang perempuan, juga melaknat orang perempuan yang mengenakan pakaian orang lelaki.” Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.
4.Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. melaknat kepada orang-orang lelaki yang berlagak banci – yakni bergaya sebagai wanita, juga orang-orang perempuan yang berlagak sebagai orang lelaki.”
Dalam riwayat lain disebutkan:
“Rasulullah s.a.w. melaknat kepada orang-orang lelaki yang menyerupakan diri sebagai kaum wanita dan orang-orang perempuan yang menyerupakan diri sebagai kaum pria.” (Riwayat Bukhari)

memerangi orang yang tak sholat dan tak zakat

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءُهُمْ وَأَمْوَالُـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالىَ
[رواه البخاري ومسلم ]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah Subhanahu wata’ala.
(Riwayat Bukhori dan Muslim)
Catatan :
Hadits ini secara praktis dialami zaman kekhalifahan Abu Bakar As-Shiddiq, sejumlah rakyatnya ada yang kembali kafir. Maka Abu Bakar bertekad memerangi mereka termasuk di antaranya mereka yang menolak membayar zakat. Maka Umar bin Khottob menegurnya seraya berkata : “ Bagaimana kamu akan memerangi mereka yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah sedangkan Rasulullah telah bersabda : Aku diperintahkan…..(seperti hadits diatas)” . Maka berkatalah Abu Bakar : “Sesungguhnya zakat adalah haknya harta”, hingga akhirnya Umar menerima dan ikut bersamanya memerangi mereka.
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1. Maklumat peperangan kepada mereka yang musyrik hingga mereka selamat.
2. Diperbolehkannya membunuh orang yang mengingkari shalat dan memerangi mereka yang menolak membayar zakat.
3. Tidak diperbolehkan berlaku sewenang-wenang terhadap harta dan darah kaum muslimin.
4. Diperbolehkannya hukuman mati bagi setiap muslim jika dia melakukan perbuatan yang menuntut dijatuhkannya hukuman seperti itu seperti : Berzina bagi orang yang sudah menikah (muhshan), membunuh orang lain dengan sengaja dan meninggalkan agamanya dan jamaahnya .
5. Dalam hadits ini terdapat jawaban bagi kalangan murji’ah yang mengira bahwa iman tidak membutuhkan amal perbuatan.
6. Tidak mengkafirkan pelaku bid’ah yang menyatakan keesaan Allah dan menjalankan syari’atnya.
7. Didalamnya terdapat dalil bahwa diterimanya amal yang zhahir dan menghukumi berdasarkan sesuatu yang zhahir sementara yang tersembunyi dilimpahkan kepada Allah.

Harta

1. Dari hakim bin hizam ra. ia berkata; saya meminta kepada rasulullah saw, maka beliau memberi saya ; kemudian saya meminta lagi kepada beliau dan beliau memberi saya lagi. kemudia beliau bersabda; ” Hai hakim, sesungguhnya harta itu memang manis dan mempesonakan. siapa saja mendapatkannya dengan kemurahan jiwa, maka ia mendapatkan berkah, tetapi siapa saja mendapatkannya dengan meminta-minta, maka ia tidak akan mendapatkan berkah, ia bagaikan orang yang sedang makan tetapi tidak pernah merrasa kenyang. Tangan di atas (yang memberi , lebih baik daripada tangan dibawah ; hakim berkata; wahai rasulullah , demi zat yang mengutus engkau dengan kebenaran, saya tidak akan menerima sesatu pun dari seseorang seduah pemberianmu ini sampai saya meninggal dunia (HR Bukhari dan Muslim )
2. Dari amr bin taghlib ra, ia berkata ; rasulullah was pernah diberi harta atau tawanan, kemudia beliau membagi-bagikannya. ada yang diberi dan ada juga yang tidak, Kemudian terdengarlah kabar bahwa orang-orang yang tidak diberi mengeluh. Maka beliau berkhutbah, setelah memuji dan menyanjung Alloh ta’ala. Beliau bersabda” Demi Alloh , sesungguhnya saya memberi harta rampasan kepada seseorang sedangkan yang lain tidak, sebenarnya orang yang tidak aku beri, lebih aku cintai daripada orang diberi, Tetapi sesungguhnya aku memberi harta rampasan itu kepada orang yang didalam hatinya dirundung kegelisahan dan keresahan. dan aku serahkan kepada Alloh orang-orang yang ditetapkan pada hati mereka kekayaan dan kebaikan, diantara mereka adalah Amr bin taghlib, mendengar yang demikian Amr bin taghlib berkata; Demi Alloh saya tidak senang kalau ucapan rasulullah saw itu diganti dengan ternak-ternak (HR Bukhari )

Istiqomah

Dari aisyah ra ia bekata ; sesunguhnya nabi saw masuk kerumah aisyah waktu itu ada seorang perempuan , dan beliau bertanya ; siapakah dia ? aisyah menjawab ; ini adalah si fulanah yang terkenal salatnya . nabi bersabda ; ‘wahai fulanah beramallah sesuai dengan kemampuanmu,Demi Allah dia tidak akan jemu menerima amalamu , sehingga kamu sendirilah yang merasa jemu, sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah yaitu yang dikerjakana secara terus – menerus (Hr bukhari dan Muslim)

Hutang

Nabi Shalallaahu alaihi wasalam mendatangi seorang laki-laki (yang meninggal dunia) untuk dishalatkan, maka beliau bersabda, yang artinya: “Shalatkanlah teman kalian, karena sesung-guhnya dia memiliki hutang.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Apakah teman kalian ini memiliki hutang? Mereka menjawab, ‘Ya, dua dinar’. Maka Nabi Shalallaahu alaihi wasalam mundur seraya bersabda, ‘Shalatkanlah teman kalian!’ Lalu Abu Qatadah berkata, ‘Hutang-nya menjadi tanggunganku’. Maka Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, ‘Penuhilah (janjimu)!, lalu beliau men-shalatkannya.” (HR: at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih). Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, yang artinya: “Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung karena hutangnya, sampai ia dibayarkan.” (HR: at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih).
Dari Abdullah bin Amr, ia berkata, Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Semua dosa orang yang mati syahid diampuni, kecuali hutang.” (HR: Muslim).
“Demi jiwaku yang ada di TanganNya, seandainya ada seorang laki-laki terbunuh di jalan Alloh, kemudian ia dihidupkan lagi, lalu terbunuh lagi, kemudian dihidupkan lagi dan terbunuh lagi, sedang ia memiliki hutang, sungguh ia tidak akan masuk Surga sampai hutangnya dibayarkan.” (HR: An-Nasa’i, hasan).

Lisan

.Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma bahawasanya Rasulullah s.a.w. meninjau Sa’ad bin Ubadah dan besertanya ialah Abdur Rahman bin Auf, Sa’ad bin Abu Waqqash dan Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhum. Kemudian Rasulullah s.a.w. menangis. Ketika orang-orang sama mengetahui tangisnya Rasulullah s.a.w., maka mereka pun menangislah. Selanjutnya beliau s.a.w. bersabda: “Adakah engkau semua tidak mendengar? Sesungguhnya Allah itu tidak akan menyiksa sebab adanya airmata yang mengalir di mata, tidak pula kerana kesusahan hati, tetapi Allah menyiksa itu ialah dengan sebab perbuatan ini ataupun Allah memberikan kerahmatannya.” Beliau s.a.w. menunjuk kepada lisannya. (Muttafaq ‘alaih)

Ikhlas dalam memberikan hutang

Hadis riwayat Hudzaifah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Para malaikat menerima ruh seorang lelaki dari umat sebelum kamu. Mereka bertanya: Apakah kamu pernah melakukan suatu kebaikan? Ia menjawab: Tidak. Mereka bertanya lagi: Cobalah kamu mengingat! Lelaki itu menjawab: Saya dahulu pernah mengutangkan orang-orang, lalu aku menyuruh pembantu-pembantuku untuk menangguhkan tagihan utang kepada orang yang sedang dalam kesulitan (miskin) serta memaafkan orang yang kaya. Rasulullah saw. bersabda: Lalu Allah swt. berfirman: Maafkanlah orang itu!

menjauhi perdebatan adalah lebih baik

Imam Abu Dawud rahimahullah meriwayatkan di dalam Sunannya :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الدِّمَشْقِيُّ أَبُو الْجَمَاهِرِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو كَعْبٍ أَيُّوبُ بْنُ مُحَمَّدٍ السَّعْدِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ حَبِيبٍ الْمُحَارِبِيُّ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

Muhammad bin Utsman ad-Dimasyqi Abu al-Jamahir menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abu Ka’b Ayyub bin Muhammad as-Sa’di menuturkan kepada kami. Dia berkata; Sulaiman bin Habib al-Muharibi menuturkan kepadaku dari Abu Umamah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah)

menahan nafsu tatkala marah

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah bersabda, “Bukanlah orang yang kuat itu yang dapat membanting lawannya, kekuatan seseorang itu bukan diukur dengan kekuatan tetapi yang disebut orang kuat adalah orang yang dapat menahan hawa nafsunya pada waktu marah.”
(Bukhari – Muslim)

bertemu dengan Allah

1.Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang ingin bertemu Allah, maka Allah juga ingin bertemu dengannya dan barangsiapa yang tidak senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga tidak senang untuk bertemu dengannya.” Saya lalu berkata: “Ya Rasulullah, apakah artinya tidak senang untuk bertemu dengan Allah itu ialah benci kepada kematian. Kalau begitu kita semua pun benci akan kematian itu?” Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Bukan demikian yang dimaksudkan. Tetapi seseorang mu’min itu apabila diberi kegembiraan dengan kerahmatan Allah serta keredhaanNya, juga syurgaNya, maka ia ingin sekali bertemu dengan Allah, maka itu Allah juga ingin bertemu dengannya, sedang sesungguhnya orang kafir itu apabila diberi ancaman perihal siksa-nya Allah dan kemurkaanNya, maka ia tidak senang untuk bertemu dengan Allah itu dan oleh sebab itu Allah juga tidak senang untuk bertemu dengannya.” (Riwayat Muslim)

artikel terkait :

gibah

kumpulan ayat ayat al Quran

tahukah antum keajaiban adzan

sejarah panjang Islam vs yahudi

dosa apakah yang paling besar

kerjakanlah sesuai kemampuanmu!

kerjakankalah perintah sesuai kemampuanmu dan jauhi larangan sekuatmu,sesungguhnya allah tidak membebani manusia melebihi kemampuannya.

عن أبي هريرة عبدالرحمن بن صخر رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ما نهيتكم عنه فاجتنبوه وما أمرتكم به فأتوا منه ما استطعتم , فإنما أهلك الذين من قبلكم كثرة مسائلم واختلافهم على أنبيائهم

Dari Abu Hurairah, ‘Abdurrahman bin Shakhr radhiallahu ‘anh, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah bersabda : “Apa saja yang aku larang kamu melaksanakannya, hendaklah kamu jauhi dan apa saja yang aku perintahkan kepadamu, maka lakukanlah menurut kemampuan kamu. Sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kamu adalah karena banyak bertanya dan menyalahi nabi-nabi mereka (tidak mau taat dan patuh)”
[Bukhari no. 7288, Muslim no. 1337]
Hadits ini terdapat dalam kitab Muslim dari Abu Hurairah, ia berkata : “Rasulullah berkhutbah dihadapan kami, sabda beliau : Wahai manusia, Allah telah mewajibkan kepada kamu haji, karena itu berhajilah, lalu seseorang bertanya : Wahai Rasulullah… apakah setiap tahun ?, Rasulullah diam, sampai orang itu bertanya tiga kali, lalu Rasulullah bersabda : Kalau aku katakana “ya” niscaya menjadi wajib dan kamu tidak akan sanggup melakukannya, kemudian beliau bersabda lagi :Biarkanlah aku dengan apa yang aku diamkan, karena kehancuran umat-umat sebelum kamu adalah karena banyak bertanya dan menyalahi nabi-nabi mereka. Maka jika aku perintahkan melakukan sesuatu, kerjakanlah menurut kemampuan kamu, tetapi jika aku melarang kamu melakukan sesuatu, maka tinggalkanlah. Laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah adalah Aqra’ bin Habits, demikianlah menurut suatu riwayat.

artikel terkait :

tegaknya islam

islam,iman dan ihsan

rukun islam

akhlaq |    zuhud |   aqidah |   syariat

tiada tuhan selain allah